Dokumentasi Praktik UAS Keamanan Sistem Informasi
Penerapan Web Server, Database, Password MD5, dan Proteksi File
Nama: Muhamad Rafly Fathurachman
NIM: 231011700646
Kelas: 06SIFP013
Mata Kuliah: Keamanan Sistem Informasi
Dosen Pengampu: Karno Ganjar Prasetyo, S.Kom., M.Kom.
Pendahuluan
Pada kegiatan praktik UAS ini, saya melakukan konfigurasi dan pengujian aplikasi web berbasis PHP dan MySQL. Aplikasi yang digunakan adalah aplikasi Jasa Cuci yang dijalankan melalui web server lokal menggunakan Apache.
Praktik ini bertujuan untuk memahami proses instalasi aplikasi web, konfigurasi database, pengamanan password menggunakan MD5, pembuatan virtual storage, serta penguncian file menggunakan perintah Command Prompt. Dengan praktik ini, diharapkan mahasiswa dapat memahami dasar implementasi keamanan pada sistem informasi berbasis web.
Perangkat yang Digunakan
Perangkat dan aplikasi yang digunakan dalam praktik ini antara lain:
Laptop/PC.
Sistem operasi Windows.
Windows Server 2003 pada VirtualBox.
XAMPP sebagai web server lokal.
Apache Web Server.
MySQL dan phpMyAdmin.
Browser.
File aplikasi
jasa.File database
jasa.sql.Command Prompt.
1. Menjalankan Apache Web Server
Langkah pertama yang dilakukan adalah menjalankan layanan Apache dan MySQL melalui XAMPP Control Panel. Apache digunakan untuk memproses file PHP, sedangkan MySQL digunakan untuk menyimpan data aplikasi.
Setelah Apache dan MySQL aktif, folder aplikasi jasa dipindahkan ke direktori web server:
C:\xampp\htdocs\jasa
Setelah itu aplikasi dibuka melalui browser dengan alamat:
http://localhost/jasa
Jika konfigurasi berhasil, maka browser akan menampilkan halaman login dari aplikasi Jasa Cuci.
Screenshot yang dilampirkan:
Gambar 1. Apache dan MySQL berhasil berjalan pada XAMPP
Gambar 2. Folder aplikasi jasa berada di dalam htdocs
Gambar 3. Halaman login aplikasi berhasil tampil
2. Pembuatan Virtual Drive Storage
Pada tahap ini, saya membuat virtual drive storage sebesar 15 GB melalui VirtualBox. Virtual drive ini digunakan sebagai media penyimpanan tambahan pada Windows Server 2003.
Langkah yang dilakukan yaitu menambahkan hard disk baru pada pengaturan Storage di VirtualBox. Hard disk dibuat dengan format VHD dan ukuran 15 GB. Setelah Windows Server 2003 dijalankan, drive baru tersebut diatur melalui Disk Management.
Drive kemudian dibuat menjadi partisi baru dan diformat menggunakan file system NTFS. Setelah proses selesai, dibuat folder dengan nama pengguna.
Contoh folder:
E:\Nama_Teman
Penggunaan NTFS bertujuan agar drive mendukung pengaturan hak akses dan keamanan direktori.
Screenshot yang dilampirkan:
Gambar 4. Pembuatan VHD 15 GB di VirtualBox
Gambar 5. Disk baru muncul di Disk Management
Gambar 6. Folder nama pengguna berhasil dibuat pada drive baru
3. Membuat dan Mengimport Database
Setelah aplikasi dipasang pada folder web server, langkah berikutnya adalah membuat database melalui phpMyAdmin.
phpMyAdmin dibuka melalui alamat:
http://localhost/phpmyadmin
Database dibuat dengan nama jasa atau menggunakan nama pengguna sesuai instruksi dosen. Setelah database dibuat, file jasa.sql diimport ke dalam database tersebut.
Lokasi file database:
C:\xampp\htdocs\jasa\database\jasa.sql
Setelah proses import selesai, tabel-tabel aplikasi akan muncul di database. Beberapa tabel yang digunakan antara lain tabel user, biaya, dan transaksi.
Setelah itu, file koneksi.php diperiksa agar sesuai dengan database yang digunakan.
Contoh konfigurasi koneksi:
$koneksi = mysqli_connect("localhost", "root", "", "jasa");
Keterangan konfigurasi:
localhostdigunakan sebagai alamat server database.rootadalah username default MySQL pada XAMPP.Password dikosongkan karena MySQL XAMPP default tidak menggunakan password.
jasaadalah nama database aplikasi.
Screenshot yang dilampirkan:
Gambar 7. Database berhasil dibuat pada phpMyAdmin
Gambar 8. File jasa.sql berhasil diimport
Gambar 10. Konfigurasi file koneksi.php
4. Pengamanan Password Menggunakan MD5
Pada tahap ini dilakukan pengamanan password user dengan mengubah password menjadi bentuk hash MD5. Hal ini dilakukan agar password tidak tersimpan dalam bentuk teks biasa di dalam database.
Perubahan password dilakukan melalui fitur SQL pada phpMyAdmin dengan query berikut:
UPDATE `user`
SET `password` = MD5('12345')
WHERE `username` = 'admin';
Setelah query dijalankan, password pada tabel user berubah menjadi kode hash MD5. Contoh hasil MD5 dari password 12345 adalah:
827ccb0eea8a706c4c34a16891f84e7b
Setelah password berubah menjadi MD5, proses login diuji kembali menggunakan username dan password berikut:
Username:
adminPassword:
12345
Hasil pengujian menunjukkan bahwa login berhasil dilakukan dan sistem menampilkan halaman dashboard admin.
Screenshot yang dilampirkan:
Gambar 11. Query SQL untuk mengubah password menjadi MD5
Gambar 12. Password pada tabel user berubah menjadi hash MD5
Gambar 13. Login berhasil masuk ke dashboard admin
5. Modifikasi Halaman Utama Aplikasi
Selanjutnya dilakukan perubahan pada halaman utama aplikasi. Perubahan dilakukan dengan menambahkan nama pengguna pada bagian tampilan halaman utama atau dashboard.
File yang diedit dapat berupa index.php atau file halaman utama lain yang digunakan oleh aplikasi, sesuai dengan struktur aplikasi yang dijalankan.
Contoh teks yang ditambahkan:
Selamat Datang di UAS Keamanan Sistem Informasi
Nama: [Nama Teman Kamu]
Setelah file disimpan, halaman aplikasi dibuka kembali melalui browser untuk memastikan perubahan berhasil tampil.
Screenshot yang dilampirkan:
Gambar 14. Proses edit halaman utama aplikasi
Gambar 15. Nama pengguna tampil pada halaman aplikasi
6. Proteksi File Menggunakan Command Prompt
Setelah halaman utama berhasil dimodifikasi, file tersebut kemudian diproteksi menggunakan Command Prompt. Proteksi dilakukan dengan memberikan atribut Read-only pada file agar file tidak mudah diubah.
Perintah yang digunakan:
attrib +R "C:\xampp\htdocs\jasa\index.php"
Untuk mengecek apakah atribut Read-only berhasil diterapkan, digunakan perintah:
attrib "C:\xampp\htdocs\jasa\index.php"
Jika muncul huruf R, maka file sudah berhasil diproteksi sebagai Read-only.
Apabila file yang diedit adalah admin.php, maka perintahnya menjadi:
attrib +R "C:\xampp\htdocs\jasa\admin.php"
Dengan adanya atribut Read-only, file utama aplikasi menjadi lebih aman dari perubahan yang tidak disengaja.
Screenshot yang dilampirkan:
Gambar 16. Perintah attrib +R dijalankan melalui CMD
Gambar 17. Hasil pengecekan atribut file menunjukkan huruf R
Kesimpulan
Berdasarkan praktik yang telah dilakukan, aplikasi web Jasa Cuci berhasil dijalankan menggunakan Apache Web Server dan MySQL. Database berhasil dibuat serta diimport melalui phpMyAdmin, kemudian file koneksi disesuaikan agar aplikasi dapat terhubung dengan database.
Selain itu, keamanan password diterapkan dengan mengubah password menjadi hash MD5. Halaman utama aplikasi juga berhasil dimodifikasi dengan menampilkan nama pengguna. Setelah proses modifikasi selesai, file utama aplikasi diproteksi menggunakan perintah attrib +R agar memiliki atribut Read-only.
Dari praktik ini dapat disimpulkan bahwa penerapan keamanan sistem informasi dapat dilakukan melalui beberapa langkah dasar, seperti konfigurasi web server, pengamanan database, enkripsi password, pengaturan storage, dan proteksi file sistem.
Komentar
Posting Komentar